Senin, 04 Juni 2012

Tempatkan Sesuatu Tepat Padda Tempatnya


Suatu pagi,  saya sedang berjalan – jalan di alun – alun kota bekasi  “biasa, refreshing setelah ngerjain coding vb yang ga running”  hhe…’’.  Sambil menikmati suasana pagi yg mulai menjelang siang , saya melihat begitu banyak aktivitas. Ada yang sedang futsal, voli, basket, wah banyak lah pokoknya.
Tapi, ada satu yang buat saya tak bisa melepaskan pandangan saya.
Saya melihat 2 anak kecil yang begitu bersemangat memungut sampah – sampah yang berserakan bersama dengan ayahnya. Waaah, takjub saya! Dari begitu banyak orang dewasa, hanya anak – anak kecil yang sadar kalau lingkungan itu harus dibersihkan!
Kemudian, saya dekati anak – anak itu dan melakukan sedikit perbincangan (sambil bantu” ngambilin sampah tentunya). Begini isinya :
Saya : hai dik, namanya siapa?
Anak : nama aku viko,
Saya : kalo adik yg kecil itu?
Anak : oh, itu adik aku, namanya vika.
Saya : lagi ngapain nih de?
Anak : oh, ini ka aku lagi bersihin sampah” yang berantakan. Ga enak diliatnya!
Saya : wah, hebat kamu dik. Kecil” udah peduli lingkungan.
Anak : hhehehe…. Aku di ajarin sama ayah, supaya harus Menempatkan sesuatu pada tempatnya ka.
Saya : ooooh begitu ya,
Anak : ia ka, sampah kan tempatnya di tempat sampah.
Nah, setelah itu kami terus memumut sampah sampai bersih. Ga terasa, waktu dzuhur datang! (Alhamduliilah)  Adzan berkumandang, dan kami bergegas untuk sholat berjamaah di mushola alun”.
Sesampainya di mushola alun – alun, saya melihat sesuatu yang sangat luaaaar biasa! Ada dua orang remaja yang sedang asik MAIN PS PAKE LAPTOP di BARISAN SOLAT (Astagfirullah).
Waaah, nih orang masih waras atau engga si, fikir saya.
Ada lagi Akhwat(wanita) yang BERKERUMUN dengan Ikhwan (Laki – laki) DI TEMPAT SHOLAT LAKI – LAKI, DI BAGIAN DEPAN Lagi!
(waaaaah, Sepertinya Kiamat Sudah Dekat).
Saat lagi bengong ngeliat para remaja itu, Tiba – tiba saya kaget Viko (anak kecil yg tadi memungut sampah) mendatangi mereka dan bilang : MAAF, KA! MUSHOLA BUKAN TEMPAT UNTUK MAIN PS ATAU BERGERUMUL KAYA GINI! TAPI, MUSHOLA ITU TEMPAT SHOLAT!
Waaaaaaaaaaaaaaaahhh,… keren banget tuh anak (dalam hati saya)
Tiba – tiba ada salahsatu Akhwat ngomong kaya gini :
Maaf ya dik, kita bukan lagi main”, Tapi kita lagi Ngerjain Tugas sekolah!
Lalu Viko balas kata” akhwat itu :
Ia, aku tau kaka lagi sibuk, Tapi…. MUSHOLA ITU TEMPAT BUAT IBADAH, BUKAN BUAT NGERJAIN TUGAS!!!
Setelah banyak ngedumel, lalu mereka (Remaja) itu pergi dari Mushola!
Waaah, SALUT SAYA! ANAK SEKECIL ITU SUDAH DAPAT MENEMPATKAN SESUATU PADA TEMPATNYA!
MASA, MEREKA REMAJA – REMAJA YANG LEBIH DEWASA, GITU AJA KOK ENGGA NGERTI?!!
Hmmmmmmmmmmmmmmmm,….
Heran saya,
Lalu saya berfikir, bagaimana ya caranya agar mereka Tidak mengulangi hal tersebut?!
Akhirnya saya membuat catatan ini.
Mudah – mudahan tidak ada diantara kita yang bertindak seperti remaja tadi.
Jika ada,….
Semoga engkau terinspirasi kawan, Jadilah pemuda – pemudi  yang berakhlak mulia!
Yang dapat MENEMPATKAN SESUATU TEPAT PADA TEMPATNYA!
Karena Indonesia bukan hanya membutuhkan pemuda – pemudi yang Cerdas,
Tapi Indonesia juga Membutuhkan Pemuda – pemudi yang berakhlak MULIA, YANG DAPAT MENEMPATKAN SESUATU TEPAT PADA TEMPATNYA!

“Dan janganlah kamu campuradukan kebenaran dengan kebatilan, dan janganlah kamu sembunyikan kebenaran, sedangkan kamu mengetahuinya” (QS:2:42).

Mahasuci Engkau ya Allah, dengan memuji – mu,aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan melainkan engkau, aku mohon ampun kepadamu dan aku bertaubat kepadamu.
*)Mohon maaf atas segala kekurangan, atas segala khilaf.

Minggu, 15 April 2012

Tips Menghilangkan Rasa Gelisah

1. Usahakan agar pikiran kita tetap tenang, jangan terlalu berfikiran buruk akan apa yang akan terjadi, fokuslah dengan apa yang sedang dilakukan.

2. Jika tipe anda sebagai yang suka memyendiri ada baiknya jika anda beristirahat atau mencari tempat yang bisa membuat anda kembali baik lagi. jika tipe anda yang lebih suka keramaian dan tempat yang menyenangkan ada baiknya anda pergi ketempat itu ya seperti, main bowling, billiard dan lain sebaigainya.

3. Janganlah langsung berbuat yang tidak semestinya seperti menyalahkan yang tidak seharusnya disalahkan dan membuat keputusan yang merugikan baik untuk pribadi maupun diri sendiri.

4. Bersikaplah lebiih dewasa dengan memiklirkannya lebih masak dan benar tentang apa yang akan dilakukan

5. Jangan terpengaruh dengan situasi yang memanas dan membuat anda selalu terpikirkan tentang rasa gelisah tersebut.

6. Prioritaskan yang harus diprioritaskan juga, memang rasa gelisah uitu datangnya secara tiba-tiba dan tidak tahu kenapa yang jelas sedikit kesalahan yang fatal akan merugikan yang terbesar.

7. Ber Curhatlah kepada teman yang menurut anda bisa membiuat anda tenang seperti pasangan anda atau teman baik anda, dan mintalah saran yang baik darinya.

8. Segeralah bangkit memlalui kejernihan dan kepekaan dalam menanalisis segala yang terjadi baik yang akan terjadi maupun yang sudah terjadi.

9. Kematangan pemikiran dan persaan yang tenang akan membawa kita selalu bisa berada di alam terbaiknya.

10. Luangkan sejenak waktu anda untuk mengisai hal yang positif dan menenangkan segala sesuatunya.

11. Berdoalah dan mintalah petunjuk kepada Tuhan kita karena segala sesuatu itu berdasarkan atas kehendakNya.

12. Janganlah berburuk sangka akan tetapi positif thinking itu lebih baik.

_Semoga bermanfaat_

TUAN GURU TSUNAMI BINTI GEMPA BUMI

Silahkan pilih ? menurut Anda mana yang lebih baik, kita tinggal dan hidup di Swiss yang aman tentram tanpa gempa dan tsunami, atau tinggal di Ring of Fire Zone, yaitu Wilayah Cincin Gunung Berapi yang kaya akan Letusan Gunung berapi, gempa dan tsunami yaitu hidup di Indonesia ?

Kalau kita hidup di Swiss memang rasanya tenang dan damai jauh dari tsunami, akan tetapi resiko tsunaminya bukan di luar sana, tetapi tsunami keimanan, tsunami yg bisa menyapu ketaqwaan kita. Dan ada resiko kedua yaitu ancaman Letusan Gunung Berapi dan Lahar Panas tiada henti di Neraka kelak.

Sebaliknya, kalau kita hidup di Indonesia, maka kita harus selalu waspada menghadapi Letusan gunung berapi, gempa dan tsunami., akhirnya kita harus selalu siaga memasang tanggul supaya tidak terkena tsunami. Akibatnya kita selalu merapat dan berdoa kepada Allah memohon perlindungan, karena tak ada lagi tempat bergantung. Maka hasilnya adalah Manusia Indonesia yang lebih kuat keimanannya, dan lebih taqwa dan lebih soleh.

Akan tetapi kenyataannya Bangsa Indonesia tidak seperti itu, kita masih sibuk membangun rumah anti gempa, memasang alat pendeteksi tsunami, memasang tanggul anti banjir. Akan tetapi kita lalai, dan tidak memasang tanggul keimanan yg kokoh, kita tidak membangun jiwa tauhid anti gempa, kita tidak membangun alat pendeteksi terhadap bahaya kerusakan keimanan.
Akibatnya yang lahir adalah generasi lemah iman yg suka korupsi, suka narkotika, dan suka "pergaulan bebas", suka tawuran dan kekerasan kepada sesama. Kita sudah hancur lebur keimanan sebelum tsunami menerjang.

Sesungguhnya Allah punya rencana hebat, mengapa kita dilahirkan di Bumi Indonesia yang penuh bahaya ini, tidak lain agar kita lebih hebat keimanan kita, lebih hebat ketaqwaan kita, lebih hebat tauhid kita, lebih maju fikiran kita.
Demi untuk melahirkan manusia istimewa ini, maka Tuhan memlilih Guru Istimewa untuk Indonesia , guru kita adalah Tuan Guru Tsunami yang Perkasa, Kyai Haji Gempa yang luar biasa, Ustadz Gunung Berapi yang berani, yang selalu memberi training dan tausiyah dengan terjangan samudra, pidato dgn dentuman Gunung Merapi, menyapa dengan lahar membara !
Allah tahu, karena orang Indonesia tidak cukup diceramahi oleh ulama, tidak cukup ditakut-takuti oleh penjara, tidak gentar oleh tentara, maka diletakanlah orang Indonesia agar hidup di antara Gunung Berapi yang Membara.

Kesimpulannya wahai Indonesia, segeralah berubah ! berhentilah korupsi, berhentilah pergaulan bebas, tinggalkan narkotika, berhentilah berbuat maksiat dan stop berbuat kerusakan, berhentilah tawuran, berhentilah rebutan kekuasan, jadillah orang yg beriman dan bertaqwa. Mari kita dengarkan tausiyah Tuan Guru Tsunami, Kyai Gempa, Ustadz Gunung Berapi.

Rasulullah bersabda : " Dan terkadang Allah menggetarkan bumi dengan guncangan yang dahsyat, menimbulkan rasa takut, khusyuk, rasa ingin kembali, dan tinduk kepada Allah, serta meninggalkan kemaksiatan dan penyesalan atas kekeliruan manusia. Jika terjadi gempa bumi mereka berkata, " Sesungguhnya Allah sedang menegur kalian ".
( H.R. Tirmizi )