Minggu, 15 April 2012

Tips Menghilangkan Rasa Gelisah

1. Usahakan agar pikiran kita tetap tenang, jangan terlalu berfikiran buruk akan apa yang akan terjadi, fokuslah dengan apa yang sedang dilakukan.

2. Jika tipe anda sebagai yang suka memyendiri ada baiknya jika anda beristirahat atau mencari tempat yang bisa membuat anda kembali baik lagi. jika tipe anda yang lebih suka keramaian dan tempat yang menyenangkan ada baiknya anda pergi ketempat itu ya seperti, main bowling, billiard dan lain sebaigainya.

3. Janganlah langsung berbuat yang tidak semestinya seperti menyalahkan yang tidak seharusnya disalahkan dan membuat keputusan yang merugikan baik untuk pribadi maupun diri sendiri.

4. Bersikaplah lebiih dewasa dengan memiklirkannya lebih masak dan benar tentang apa yang akan dilakukan

5. Jangan terpengaruh dengan situasi yang memanas dan membuat anda selalu terpikirkan tentang rasa gelisah tersebut.

6. Prioritaskan yang harus diprioritaskan juga, memang rasa gelisah uitu datangnya secara tiba-tiba dan tidak tahu kenapa yang jelas sedikit kesalahan yang fatal akan merugikan yang terbesar.

7. Ber Curhatlah kepada teman yang menurut anda bisa membiuat anda tenang seperti pasangan anda atau teman baik anda, dan mintalah saran yang baik darinya.

8. Segeralah bangkit memlalui kejernihan dan kepekaan dalam menanalisis segala yang terjadi baik yang akan terjadi maupun yang sudah terjadi.

9. Kematangan pemikiran dan persaan yang tenang akan membawa kita selalu bisa berada di alam terbaiknya.

10. Luangkan sejenak waktu anda untuk mengisai hal yang positif dan menenangkan segala sesuatunya.

11. Berdoalah dan mintalah petunjuk kepada Tuhan kita karena segala sesuatu itu berdasarkan atas kehendakNya.

12. Janganlah berburuk sangka akan tetapi positif thinking itu lebih baik.

_Semoga bermanfaat_

TUAN GURU TSUNAMI BINTI GEMPA BUMI

Silahkan pilih ? menurut Anda mana yang lebih baik, kita tinggal dan hidup di Swiss yang aman tentram tanpa gempa dan tsunami, atau tinggal di Ring of Fire Zone, yaitu Wilayah Cincin Gunung Berapi yang kaya akan Letusan Gunung berapi, gempa dan tsunami yaitu hidup di Indonesia ?

Kalau kita hidup di Swiss memang rasanya tenang dan damai jauh dari tsunami, akan tetapi resiko tsunaminya bukan di luar sana, tetapi tsunami keimanan, tsunami yg bisa menyapu ketaqwaan kita. Dan ada resiko kedua yaitu ancaman Letusan Gunung Berapi dan Lahar Panas tiada henti di Neraka kelak.

Sebaliknya, kalau kita hidup di Indonesia, maka kita harus selalu waspada menghadapi Letusan gunung berapi, gempa dan tsunami., akhirnya kita harus selalu siaga memasang tanggul supaya tidak terkena tsunami. Akibatnya kita selalu merapat dan berdoa kepada Allah memohon perlindungan, karena tak ada lagi tempat bergantung. Maka hasilnya adalah Manusia Indonesia yang lebih kuat keimanannya, dan lebih taqwa dan lebih soleh.

Akan tetapi kenyataannya Bangsa Indonesia tidak seperti itu, kita masih sibuk membangun rumah anti gempa, memasang alat pendeteksi tsunami, memasang tanggul anti banjir. Akan tetapi kita lalai, dan tidak memasang tanggul keimanan yg kokoh, kita tidak membangun jiwa tauhid anti gempa, kita tidak membangun alat pendeteksi terhadap bahaya kerusakan keimanan.
Akibatnya yang lahir adalah generasi lemah iman yg suka korupsi, suka narkotika, dan suka "pergaulan bebas", suka tawuran dan kekerasan kepada sesama. Kita sudah hancur lebur keimanan sebelum tsunami menerjang.

Sesungguhnya Allah punya rencana hebat, mengapa kita dilahirkan di Bumi Indonesia yang penuh bahaya ini, tidak lain agar kita lebih hebat keimanan kita, lebih hebat ketaqwaan kita, lebih hebat tauhid kita, lebih maju fikiran kita.
Demi untuk melahirkan manusia istimewa ini, maka Tuhan memlilih Guru Istimewa untuk Indonesia , guru kita adalah Tuan Guru Tsunami yang Perkasa, Kyai Haji Gempa yang luar biasa, Ustadz Gunung Berapi yang berani, yang selalu memberi training dan tausiyah dengan terjangan samudra, pidato dgn dentuman Gunung Merapi, menyapa dengan lahar membara !
Allah tahu, karena orang Indonesia tidak cukup diceramahi oleh ulama, tidak cukup ditakut-takuti oleh penjara, tidak gentar oleh tentara, maka diletakanlah orang Indonesia agar hidup di antara Gunung Berapi yang Membara.

Kesimpulannya wahai Indonesia, segeralah berubah ! berhentilah korupsi, berhentilah pergaulan bebas, tinggalkan narkotika, berhentilah berbuat maksiat dan stop berbuat kerusakan, berhentilah tawuran, berhentilah rebutan kekuasan, jadillah orang yg beriman dan bertaqwa. Mari kita dengarkan tausiyah Tuan Guru Tsunami, Kyai Gempa, Ustadz Gunung Berapi.

Rasulullah bersabda : " Dan terkadang Allah menggetarkan bumi dengan guncangan yang dahsyat, menimbulkan rasa takut, khusyuk, rasa ingin kembali, dan tinduk kepada Allah, serta meninggalkan kemaksiatan dan penyesalan atas kekeliruan manusia. Jika terjadi gempa bumi mereka berkata, " Sesungguhnya Allah sedang menegur kalian ".
( H.R. Tirmizi )